JAKARTA, POSTINGNEWS.ID - Pidato Presiden Prabowo Subianto dalam forum World Economic Forum 2026 di Davos, Swiss, dinilai membawa dampak positif bagi posisi Indonesia di panggung global.
Menteri Luar Negeri, Sugiono, menyebut penampilan Presiden di forum tersebut menempatkan Indonesia pada level yang lebih diperhitungkan dalam pergaulan internasional.
Penilaian itu disampaikan Sugiono saat berada di Bad Ragaz, Swiss, Jumat waktu setempat. Ia mengatakan kehadiran Presiden Prabowo di forum ekonomi dunia itu memberi sinyal kuat mengenai arah kebijakan Indonesia ke depan.
“Saya kira ini membuat posisi Indonesia saat ini di dunia internasional berada di dalam satu tingkat yang saya kira jauh lebih tinggi,” kata Sugiono.
Dalam pidatonya, Presiden Prabowo memaparkan berbagai kebijakan yang telah dijalankan pemerintah selama kurang lebih 15 bulan terakhir. Fokus utamanya adalah penguatan fondasi ekonomi nasional melalui sejumlah langkah strategis.
BACA JUGA:Harga Turun! Pedagang Daging Sapi Resmi Akhiri Mogok Jualan
Sugiono menjelaskan, Presiden menyampaikan komitmen pemerintah terhadap reformasi struktural serta pembenahan tata kelola pemerintahan. Upaya penertiban terhadap praktik-praktik yang tidak tertib dan melanggar aturan juga menjadi bagian dari agenda yang disoroti.
Selain itu, efisiensi birokrasi disebut sebagai salah satu kunci untuk mendorong kinerja pemerintahan yang lebih efektif.
Di hadapan peserta forum, Presiden juga menekankan pentingnya investasi pada sumber daya manusia. Menurut Sugiono, pesan tersebut menjadi salah satu poin utama yang ingin ditegaskan Indonesia kepada komunitas global.
“Karena tanpa sumber daya manusia yang berkualitas, apa yang kita inginkan dan kita cita-citakan bagi bangsa kita itu tidak akan terwujud,” ujarnya.
Sugiono menilai respons internasional terhadap pidato Presiden cukup positif. Ia menyebut kehadiran Indonesia dalam forum tersebut memperkuat posisi negara ini di tengah dinamika politik dan ekonomi dunia yang semakin kompetitif.
BACA JUGA:Kembali Viral! Pengakuan Lula Lahfah Soal Komplikasi Penyakitnya Sebelum Meninggal
“Kita ada bersama-sama dengan negara-negara lain dan menjadi negara yang diperhitungkan di percaturan politik internasional,” kata Sugiono.
WEF sendiri merupakan pertemuan tahunan yang telah digelar sejak 1971 di Davos, Swiss. Forum ini menjadi ajang berkumpulnya para pemimpin negara, ekonom, akademisi, pelaku usaha, serta tokoh dunia untuk membahas isu ekonomi global dan tantangan masa depan.
Sebagai penyelenggara, WEF dikenal sebagai organisasi nonpemerintah sekaligus lembaga pemikir yang berbasis di Cologny, Jenewa. Forum ini kerap menjadi panggung penting bagi negara-negara untuk menyampaikan arah kebijakan dan membangun posisi strategis di tingkat internasional.