JAKARTA, PostingNews.id - Program Makan Bergizi Gratis yang digagas Presiden Prabowo Subianto tidak hanya menyasar pemenuhan kebutuhan gizi masyarakat. Program ini juga membuka peluang kerja baru bagi ribuan Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia atau SPPI.
Pemerintah memastikan seluruh SPPI yang telah menjalani pendidikan dan terlibat dalam pelaksanaan program akan diangkat sebagai Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja. Kepastian itu disampaikan Tenaga Ahli Bidang Keuangan Badan Gizi Nasional, Kolonel Purnawirawan Kuswanto, saat memberikan keterangan terkait pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis di Kabupaten Purworejo pada Jumat, 16 Januari 2026. “Bapak Presiden mempunyai kebijakan (untuk) semua SPPI yang sudah dididik akan diangkat menjadi PPPK. Maka dari itu, marilah kita selalu bersyukur,” ujar Kuswanto. Ia menilai kebijakan tersebut menjadi angin segar di tengah situasi ekonomi nasional yang belum sepenuhnya pulih. Di saat banyak sektor industri melakukan pemutusan hubungan kerja, pemerintah justru menghadirkan program yang mampu menyerap tenaga kerja dalam jumlah besar. BACA JUGA:Viral Video Anggota Brimob Gabung Militer Rusia, Polda Aceh Benarkan: '3 Kali Langgar Kode Etik' Menurut Kuswanto, Program Makan Bergizi Gratis menjadi jawaban atas keterbatasan lapangan kerja, khususnya bagi generasi muda terdidik. Program ini dinilai memberi ruang pengabdian sekaligus kepastian masa depan. “Satu sisi di luar banyak yang PHK, tapi dengan adanya program ini, alhamdulillah bisa menyerap tenaga kerja yang sangat luar biasa,” katanya. Ia menjelaskan, program tersebut dirancang untuk menjangkau sekitar 82,9 juta penerima manfaat. Jumlah itu masih berpotensi bertambah seiring perluasan cakupan layanan. Sasaran program meliputi anak usia PAUD hingga SMA, santri, ibu hamil, ibu menyusui, balita, serta guru dan tenaga kependidikan. Anak-anak yang tidak bersekolah juga masuk dalam skema penerima manfaat. Untuk menunjang pelaksanaan di lapangan, pemerintah menargetkan pembangunan sekitar 32.000 dapur layanan gizi di berbagai daerah. Setiap dapur diperkirakan menyerap sekitar 50 tenaga kerja, sehingga secara nasional program ini memberi kontribusi besar terhadap penciptaan lapangan kerja baru. Terkait peran SPPI, Kuswanto menyebut pemerintah telah menjalankan pendidikan secara bertahap. Pada tahap awal, sebanyak 937 orang mengikuti pendidikan pada batch pertama. Jumlah itu kemudian bertambah menjadi 1.061 orang pada batch kedua. Tahap berikutnya ditargetkan menjangkau hingga 30.000 SPPI. BACA JUGA:Bikin Geram! Pengendara Motor Aniaya Perempuan Usai Diprotes Kena Cipratan Air “Ini luar biasa. SPPI ini nanti yang akan ditugaskan, ada yang menjadi kepala SPPG di dapur-dapur, mengelola dan memastikan program berjalan baik,” ujarnya. Ia menegaskan, keberhasilan Program Makan Bergizi Gratis sangat bergantung pada kerja sama semua pihak. Ia mengingatkan agar para pelaksana, mitra, yayasan, dan SPPI menjaga niat awal pengabdian serta menjauhi kepentingan pribadi. “Kalau niat kita awal baik, harapannya sampai ke mana pun akan baik. Jangan karena seperak dua perak, yang tadinya akur-akur kemudian jadi miring-miring,” kata Kuswanto. Ia juga menyoroti pentingnya integritas dalam pengelolaan dapur, terutama dalam pemilihan bahan pangan. Menurutnya, persoalan seperti keracunan makanan kerap bermula dari bahan baku yang tidak layak. “Ini makanan untuk anak-anak kita. Kalau hak anak sudah dikurangi, kira-kira kita sebagai orang tua sudah benar atau belum?” ucapnya. BACA JUGA:Weekend Tetap Hadir! Cek Lokasi dan Jadwal Layanan SIM Keliling Wilayah Jakarta dan Sekitarnya Selain menyerap tenaga kerja, program ini dinilai memberi dampak ekonomi besar bagi daerah. Satu dapur diperkirakan mengelola anggaran hingga Rp1 miliar per bulan. Jika dalam satu wilayah berdiri 100 dapur, maka perputaran uang bisa mencapai Rp100 miliar setiap bulan. Dana tersebut akan menggerakkan berbagai sektor, mulai dari pertanian, usaha kecil, hingga produsen tahu dan tempe di daerah. “Kalau di daerah Rp100 miliar bergerak, pasti dampaknya akan lebih bagus,” ujar Kuswanto. Dengan pengangkatan SPPI sebagai PPPK, Program Makan Bergizi Gratis tidak hanya menjadi instrumen pemenuhan gizi masyarakat. Program ini juga menjadi bagian dari strategi pembangunan sumber daya manusia sekaligus solusi ketenagakerjaan. Di tengah tekanan ekonomi nasional, kebijakan ini dinilai memberi harapan baru bagi ribuan sarjana muda untuk mengabdi sekaligus memperoleh kepastian kerja. “Program ini sangat bagus. Kalau masih ada yang bilang tidak bagus, biar saja. Yang penting kita tetap bersinergi, bahu-membahu, dan fokus menyukseskan,” tutup Kuswanto.Kabar Baik! Pemerintah Pastikan Para SPPI Program MBG Diangkat Jadi PPPK
Sabtu 17-01-2026,17:08 WIB
Reporter : Andika Prasetya
Editor : Andika Prasetya
Kategori :
Terkait
Selasa 03-02-2026,20:45 WIB
Prabowo Terkaget-kaget saat Tahu MBG Jadi Jadi Bahan Studi Amerika
Selasa 03-02-2026,08:17 WIB
Indonesia Ranking 2 Kasus TBC Terbanyak di Dunia, Prabowo Panggil Wamenkes ke Istana
Senin 02-02-2026,14:30 WIB
Pidato di Sentul, Prabowo Pede Sebut MBG Berhasil 99,99 Persen
Selasa 27-01-2026,11:26 WIB
Penasaran Menu MBG saat Ramadhan? Ini yang akan Dibagikan Pemerintah
Senin 26-01-2026,21:54 WIB
Anggaran Pendidikan Terancam, Guru dan Mahasiswa Gugat APBN 2026 ke MK
Terpopuler
Jumat 06-02-2026,10:19 WIB
3,9 Juta Orang Tak Lagi Terima Bansos, Gus Ipul Dorong Penerima Jadi Mandiri
Jumat 06-02-2026,15:00 WIB
IOD Netral Bukan Jaminan Aman, BMKG Ingatkan Potensi Hujan Masih Ganas di Banten dan Sekitarnya!
Jumat 06-02-2026,14:57 WIB
Huawei x Honma Watch GT 6 Pro: Jam Tangan Spesial Untuk Golf, Definisi Kemewahan Baru di Lapangan!
Jumat 06-02-2026,09:31 WIB
Pandji Pragiwaksono Diperiksa Polisi soal Dugaan Penistaan Agama
Terkini
Jumat 06-02-2026,22:39 WIB
Waduh! Kesalahan Prosedur hingga Lahirkan Bayi Beda Embrio, Pasutri di Florida Gugat Klinik Fertilitas
Jumat 06-02-2026,18:57 WIB
Siap-Siap Cair! Panduan Lengkap Pencairan KAJ 2026 Provinsi DKI Jakarta Tahap I dan Cara Cek Status Terbaru
Jumat 06-02-2026,18:44 WIB