Alami Kekerasan Seksual, Manohara Ogah Dilabeli Mantan Istri Pangeran Kelantan

Rabu 07-01-2026,22:02 WIB
Reporter : Andika Prasetya
Editor : Andika Prasetya

"Para korban tidak membutuhkan sebutan yang menyiratkan adanya pilihan, padahal kenyataannya tidak ada pilihan sama sekali. Inilah mengapa penggunaan bahasa itu penting," tulis Manohara.

Ia menambahkan, penggambaran kekerasan sebagai hubungan bukan hanya berdampak pada dirinya. Cara bicara seperti itu, menurutnya, bisa memengaruhi cara masyarakat memahami kasus serupa yang menimpa anak-anak lain.

"Ketika kekerasan berulang kali digambarkan sebagai sebuah hubungan, hal itu mengajarkan masyarakat untuk memandang paksaan sebagai persetujuan, dan memandang anak-anak sebagai partisipan, bukan korban," ungkapnya.

BACA JUGA:Ngeri! Balita Jatuh dari Lantai Dua Rumah di Jatinegara, Diasuh Kakak Berusia 7 Tahun

"Pola pikir tersebut menyebabkan dampak buruk yang nyata, tidak hanya bagi saya, tetapi juga bagi gadis-gadis lain yang melihat bagaimana situasi seperti ini dibicarakan," lanjut Manohara.

Di akhir penjelasannya, Manohara menegaskan bahwa ia tidak sedang mencari simpati. Ia hanya berharap informasi tentang dirinya disampaikan secara tepat dan tidak disederhanakan.

"Saya tidak meminta siapa pun untuk mengasihani saya. Saya hanya meminta keakuratan," tegasnya.

"Dan keakuratan itu berarti tidak menyajikan situasi paksaan yang melibatkan seorang anak sebagai hubungan orang dewasa yang sukarela. Itulah poin utamanya," tutup Manohara.

Kategori :