Ketegangan diplomatik ini berlangsung di tengah tudingan pelanggaran serius. Jaksa Agung Venezuela, Tarek William Saab, menyatakan puluhan petugas keamanan dan warga sipil tewas dalam serangan Amerika Serikat di Caracas. Ia menyebut insiden tersebut sebagai kejahatan perang dan memastikan kejaksaan akan melakukan penyelidikan.
Namun Saab tidak merinci identitas korban, termasuk apakah seluruhnya merupakan warga negara Venezuela.