JAKARTA, PostingNews.id - Januari tak pernah pelit urusan pemandangan langit. Baru juga tahun berganti, fenomena langit malam sudah keburu sibuk. Dari bulan yang tampak lebih besar dari biasanya (supermoon), kemunculan Jupiter yang paling terang sepanjang tahun, sampai pertemuan-pertemuan singkat antara bulan dan planet, semuanya hadir bergiliran.
Malam-malam panjang di musim dingin ikut jadi bonus, terutama di wilayah utara seperti Alaska dan Islandia yang dikenal sebagai lokasi favorit berburu aurora.
Buat pengamat langit, Januari seperti kalender penuh catatan. Hampir tiap pekan ada saja yang bisa ditunggu.
Sirius di Titik Tertinggi di Langit (01 Januari)
Tahun baru dibuka dengan kehadiran Sirius. Pada 01 Januari, sesaat setelah tengah malam, bintang paling terang yang terlihat dari Bumi ini mencapai posisi tertingginya di langit. Karena momen ini, Sirius kerap dijuluki bintang Tahun Baru. Malam itu terasa lengkap karena di langit selatan, Sirius ditemani Jupiter, bulan yang hampir purnama, serta sabuk Orion yang tersusun rapi.
Puncak Hujan Meteor Quadrantid (02–03 Januari)
Pada malam 2 hingga 3 Januari, hujan meteor Quadrantid mencapai puncaknya. Biasanya, hujan meteor ini dikenal cukup produktif. Namun tahun ini, cahaya bulan purnama ikut membatasi jumlah meteor yang bisa terlihat. Menurut American Meteor Society, meteor yang tampak kemungkinan hanya beberapa per jam. Peluang terbaik tetap menjelang subuh, saat titik asal meteor di sekitar rasi Biduk berada tinggi di langit.
Supermoon Awal Tahun (03 Januari)
Supermoon awal tahun muncul sebagai daya tarik utama. Fenomena ini terjadi ketika bulan purnama bertepatan dengan jarak terdekatnya ke Bumi. Dampaknya, bulan tampak lebih besar dan lebih terang dari biasanya. Meski puncak cahaya terjadi dini hari pada 03 Januari, banyak pengamat memilih menikmatinya saat bulan berada dekat cakrawala, ketika ukurannya terlihat paling mencolok.
Jupiter di Posisi Oposisi dan Paling Terang (09–10 Januari)
Sorotan berikutnya jatuh pada Jupiter. Pada malam 09 dan 10 Januari, planet raksasa gas ini berada di posisi oposisi, saat Bumi berada tepat di antara Jupiter dan Matahari. Jaraknya yang relatif dekat membuat Jupiter tampak lebih besar dan terang. Sejak matahari terbenam, planet ini sudah terlihat di langit timur, dekat rasi Gemini, membentuk pola segitiga bersama Sirius dan Sabuk Orion.
Bulan Baru dan Langit Gelap Total (19 Januari)
Tanggal 19 Januari menjadi momen penting bagi pengamat bintang. Fase bulan baru membuat langit malam minim cahaya alami. Kondisi ini membuka peluang terbaik untuk mengamati objek langit dalam seperti Gugusan Beehive, Nebula Orion, hingga Galaksi Andromeda. Beberapa malam sebelum dan sesudah tanggal ini pun tetap ideal selama cuaca mendukung.
Komet C/2024 E1 Capai Titik Terdekat Matahari (20 Januari)
Pada 20 Januari, Komet C/2024 E1 mencapai titik terdekatnya dengan Matahari. Setelah sempat menghilang, komet ini kembali bisa diamati, terutama dari belahan bumi selatan. Dengan teropong atau teleskop ukuran sedang, komet ini dapat dicari di langit barat daya. Ada perkiraan kecerlangannya mendekati magnitudo 8. Pengamat di belahan bumi utara diperkirakan mendapat kesempatan kembali pada Februari.
Bulan Mendekati Saturnus dan Neptunus (22–23 Januari)
Menjelang akhir bulan, tepatnya malam 22 dan 23 Januari, bulan sabit tipis tampak melintas sangat dekat dengan Saturnus di langit barat daya. Neptunus juga berada di area yang sama, meski hanya bisa dilihat dengan alat bantu optik. Ketiganya akan terlihat beberapa jam setelah matahari terbenam sebelum akhirnya tenggelam di ufuk barat.
Bulan Melintas Dekat Gugusan Pleiades (27 Januari)
Pada 27 Januari, bulan mendekati gugusan bintang Pleiades. Di Amerika Serikat, pemandangan ini bisa dinikmati sepanjang malam. Sementara di Eropa dan Afrika utara, sebagian wilayah berkesempatan menyaksikan bulan menutupi beberapa bintang Pleiades. Meski gugusan ini mudah dikenali dengan mata telanjang, teropong atau teleskop akan menambah detail pemandangannya.
Konjungsi Bulan dan Jupiter Menutup Januari (30–31 Januari)
Akhir Januari ditutup dengan pertemuan kembali bulan dan Jupiter pada malam 30 hingga 31 Januari. Keduanya sudah terlihat sejak senja di langit timur, lalu bergerak perlahan melintasi malam sebelum menghilang menjelang pagi.
Orion Mendominasi Langit Sepanjang Januari
Di luar peristiwa-peristiwa khusus tersebut, rasi Orion hampir selalu hadir setiap malam di langit sepanjang Januari. Rasi ini terlihat dari selepas matahari terbenam hingga dini hari dan berada pada posisi terbaiknya. Diapit Jupiter dan gugusan Pleiades, Orion menjadi latar tetap yang mengikat seluruh cerita langit Januari.