Badai PBNU Belum Reda, Gus Ipul Ngaku Tak Tertarik Kursi Ketua Umum

Sabtu 29-11-2025,09:00 WIB
Reporter : Andika Prasetya
Editor : Andika Prasetya

JAKARTA, PostingNews.id — Di tengah riuh-rendah rotasi besar PBNU yang bahkan bikin publik sulit membedakan mana drama organisasi dan mana evaluasi struktural, satu nama justru pasang badan untuk tidak ikut berebut jabatan. Saifullah Yusuf atau Gus Ipul menegaskan dirinya sama sekali tidak berminat naik pangkat menjadi Pelaksana Harian Ketua Umum PBNU.

Ia malah memilih merendah sekaligus mengunci spekulasi yang sempat liar. “Saya nggak ada potongan untuk jadi ketua umum NU ya. Saya nggak ada potongan, jadi banyak yang lebih layak untuk memimpin NU,” ujarnya di Bandung, Jumat 28 November 2025.

Pernyataan itu keluar ketika arus mutasi jabatan di PBNU tengah deras-derasnya, membuka ruang tafsir bahwa kursi pimpinan bisa saja berubah penghuni. Namun, alih-alih menatap kursi empuk, Gus Ipul justru kehilangan kursi yang sudah ditempati. 

Ia kini resmi dicopot dari jabatan Sekjen PBNU, tercatat rapi dalam Surat Pernyataan Nomor 4792/PB.23/A.II.07.08/99/11/2025 hasil Rapat Harian Tanfidziyah yang dipimpin langsung oleh Gus Yahya.

BACA JUGA:Status Darurat Belum Juga Turun, Prabowo Pilih Pantau Banjir Dulu

Publik sempat mengaitkan kunjungan Gus Ipul ke Pesantren Lirboyo dengan langkah politik Gus Yahya yang sowan ke tempat yang sama. Namun ia mematahkan tudingan itu dengan tenang. Tidak ada strategi tikungan, tidak ada manuver bayangan. Hanya tradisi para pengurus NU yang dari dulu memang berjalan sebagaimana adanya.

“Ya kita ini kan salah satunya memang yang meminta nasihat ulama, meminta nasihat kiai, pengasuh-pengasuh pesantren yang selama ini memang turut mengawal kepengurusan NU di semua tingkatan,” kata Gus Ipul.

Menurutnya, sowan ke kiai tidak terkait drama internal, bahkan sudah jadi kebiasaan lama yang terus berjalan meskipun organisasi sedang baik-baik saja.

“Kita melakukan sowan, memberikan informasi, dan kita mendengarkan nasihat. Jadi saya kira ini adalah sesuatu yang biasa, bukan yang istimewa. Kami pun kalau tidak ada masalah juga sering sohan. Bukan karena sohan karena ada masalah aja,” ujarnya.

BACA JUGA:58 Kampus UIN dan Pesantren di RI Disiapkan untuk Anak Palestina

Di tengah spekulasi yang terus tumbuh seperti rumput setelah hujan, Gus Ipul hanya meminta agar dinamika PBNU tidak dibaca sebagai konflik yang mengarah kudeta, melainkan sebagai mekanisme organisasi yang berputar sesuai ritme internalnya.

Kategori :