POSTINGNEWS.ID — Pemilu di Namibia kembali menjadi perhatian setelah Adolf Hitler Uunona diprediksi unggul dalam kontestasi legislatif Ompundja.
Ia sebelumnya meraup 85 persen suara pada 2020 dan kini kembali melaju dengan dukungan kuat warga.
Figur Uunona memang menonjol karena kiprahnya di Partai Swapo yang berhaluan kiri.
Di daerah pemilihannya, ia dikenal aktif turun ke masyarakat dan menjadi tokoh yang mudah dijangkau para pendukungnya.
Nama Adolf Hitler membuat publik internasional kerap menyorotnya. Namun Uunona selalu menegaskan bahwa nama itu diberikan tanpa kaitan sejarah kelam pemimpin Nazi Jerman yang mewariskan tragedi pada dunia.
BACA JUGA:58 Kampus UIN dan Pesantren di RI Disiapkan untuk Anak Palestina
Dalam wawancara dengan Bild pada 2020, ia menjelaskan, sang ayah “mungkin tidak memahami apa yang dilakukan Adolf Hitler. Saat kecil, saya melihatnya sebagai nama yang benar-benar normal.” Ucapan itu jadi penegas posisinya.
Ia mengatakan baru memahami beban nama tersebut ketika beranjak dewasa.
“Baru ketika saya tumbuh dewasa saya memahami bahwa orang ini ingin menaklukkan seluruh dunia. Saya tidak ada sangkut paut dengan hal-hal tersebut,” ujarnya.
Meski demikian, ia tidak berniat mengganti namanya. Ia sadar konsekuensi sosialnya, namun menilai identitas itu sudah melekat sejak lahir dan tidak pernah mengganggu tugas politiknya di tingkat lokal.
Uunona menjelaskan kepada Bild bahwa perubahan nama hampir mustahil dilakukan.
“Itu tercantum di semua dokumen resmi. Sudah terlambat untuk mengubahnya,” tegasnya, menegaskan bahwa ia memilih tetap memakai nama pemberian ayah.
Ia mengungkapkan istrinya memanggilnya “Adolf”, tetapi ketika tampil di publik, ia biasanya tidak memakai bagian “Hitler” demi menjaga kesantunan dalam interaksi formal dengan warga.
Para analis menilai elektabilitas Uunona tidak pernah benar-benar terpengaruh oleh kontroversi namanya.