POSTINGNEWS.ID --- Bagi kamu yang sedang menempuh jalur Pendidikan Profesi Guru (PPG), ada kabar penting yang wajib diketahui!
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) tengah melakukan transformasi besar dalam sistem PPG.
Fokus utamanya? Menyiapkan guru profesional yang mampu mengajar dalam lingkungan belajar yang beragam dan inklusif!
Dalam upaya membangun pendidikan nasional yang adil dan ramah untuk semua, Kemendikdasmen menggandeng berbagai pihak, termasuk Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK) dan mitra internasional, untuk memasukkan nilai-nilai inklusivitas ke dalam seluruh proses pendidikan calon guru.
Calon guru kini tak hanya dituntut cakap secara akademik, tetapi juga harus mampu memahami dan merespons keberagaman siswa, termasuk mereka yang memiliki kebutuhan khusus.
Maka dari itu, kurikulum PPG kini dilengkapi dengan materi khusus tentang diferensiasi pembelajaran dan pemahaman mendalam terhadap keberagaman murid.
BACA JUGA:SELAMAT! 101.581 Guru Lolos Seleksi Administrasi PPG Periode 1
“LPTK punya peran vital dalam membekali calon guru agar mampu menciptakan pembelajaran yang merangkul semua siswa,” ujar Nunuk Suryani, Dirjen Guru, Tenaga Kependidikan, dan Pendidikan Guru.
Ia menekankan pentingnya kerja sama lintas sektor, termasuk dengan organisasi seperti Kerja Sama Pendidikan Guru Indonesia–Australia (KPGIA).
Hal senada disampaikan Ferry Maulana Putra, Direktur PPG, dalam Webinar Nasional bertema “Mendorong Pendidikan Inklusif melalui Transformasi Pendidikan Guru”.
Ia menyebutkan bahwa seluruh proses dalam program PPG – mulai dari mata kuliah, praktik lapangan, hingga interaksi akademik – kini didesain agar calon guru terbiasa menghadapi konteks kelas yang beragam.
Yang menarik, webinar ini juga menghadirkan Prof. Danielle Tracey dari Western Sydney University.
Ia mengungkapkan bahwa guru masa kini harus menguasai konsep Universal Design for Learning (UDL) dan pendekatan berbasis kekuatan siswa, bukan disabilitasnya.
“Guru bukan hanya butuh empati, tapi juga keterampilan profesional untuk merancang strategi belajar yang adaptif,” ungkapnya.
BACA JUGA:PPG 2025 Dibuka! Jangan Lewatkan Kesempatan Emas Jadi Guru Profesional, Ini Syaratnya