Kisah Cinta dan Perjuangan Sukarno dan Fatmawati: Berawal dari Guru dan Murid Hingga Ibu Negara

Sabtu 19-08-2023,19:46 WIB
Reporter : Adinda R. Syam
Editor : Tyo Sulistio

JAKARTA, POSTINGNEWS.ID - Kisah ini dimulai saat Sukarno diasingkan oleh pemerintah kolonial ke Bengkulu. Di sana, dia bertemu dengan Fatmawati, anak seorang pimpinan Muhammadiyah dan muridnya. 

 

Pada awalnya, hubungan mereka hanya sebagai guru dan murid, tetapi perlahan-lahan, perasaan Sukarno terhadap Fatmawati berubah.

 

Sukarno merasakan perasaan suka terhadap Fatmawati, bukan karena kecantikannya, tetapi karena keinginannya untuk memiliki anak kandung. 

 

Setelah hampir 20 tahun menikah dengan Inggit, Sukarno belum memiliki anak kandung.

 

BACA JUGA:3 Anggota Kepolisian Republik Indonesia Terlibat Teroris, Ada Dugaan Kepemilikan Senjata DE

 

Pada suatu hari, Sukarno memutuskan untuk meminta izin kepada Inggit untuk menikahi Fatmawati. 

 

Namun, Inggit menolak dengan syarat mereka harus bercerai. 

 

Sukarno yang sudah jatuh cinta pada Fatmawati, akhirnya memutuskan untuk berpisah dengan Inggit dan menikahi Fatmawati.

 

Fatmawati selalu mendampingi Sukarno selama masa pendudukan Jepang. 

 

BACA JUGA:Viral di Media Sosial, Aksi Iseng Menteri PUPR Pak Basuki di Acara Kemerdekaan RI

 

Ketika Indonesia merdeka, Sukarno menjadi presiden dan Fatmawati menjadi ibu negara pertama. Kehadiran putra pertama mereka, Guntur, semakin melengkapi kebahagiaan keluarga mereka.

 

Namun, suasana panas setelah kemerdekaan Indonesia membuat keluarga ini menghadapi banyak tantangan. 

 

Sukarno menjadi buronan tentara Belanda, meninggalkan Fatmawati untuk menjalani perjuangan kemerdekaan seorang diri. 

 

Fatmawati harus tegar menghadapi situasi ini dan menjadi kepala keluarga yang tangguh.

 

Fatmawati selalu setia mendampingi Sukarno dalam setiap perjalanan dan kegiatan. 

 

BACA JUGA: Panas! Usai Manuver Dukung Prabowo, PDIP Sebut Budiman Layak Jadi Cawapres Prabowo

 

Bahkan ketika Sukarno dikejar oleh tentara, Fatmawati selalu berada di sisinya. 

 

Ketika terjadi perang besar di Yogyakarta, Fatmawati juga ikut terlibat dalam upaya perjuangan dengan menyediakan logistik bagi tentara.

 

Namun, hubungan mereka mengalami keretakan pada tahun 1953. 

 

Fatmawati merasa cemburu melihat Sukarno bersama wanita lain, Hartini. 

 

Meski sedang hamil, dia menahan rasa cemburunya dan berharap Sukarno akan berubah pikiran setelah melihat kelahiran bayi mereka. 

 

Namun, harapan tersebut tidak terwujud.

 

Dua hari setelah melahirkan bayi laki-laki bernama Guruh, Sukarno meminta izin kepada Fatmawati untuk menikahi Hartini. 

 

Fatmawati merasa hancur dan memutuskan untuk meninggalkan Istana, walaupun dia dan Sukarno tidak bercerai secara resmi.

 

BACA JUGA:Terbongkar Biang Kerok dari Polusi Udara di DKI Jakarta, Ternyata...

 

Setelah itu, Fatmawati tinggal sendirian di rumah di Jakarta Selatan, sedangkan Sukarno menjalani hidup baru bersama Hartini. 

 

Meskipun berpisah, Fatmawati masih terlibat dalam kegiatan negara jika Sukarno tidak bisa hadir.

 

Dari pernikahan Sukarno dan Fatmawati, mereka memiliki lima orang anak, di antaranya Guntur, Megawati, Rachmawati, Sukmawati, dan Guruh. 

 

Meskipun perjalanan cinta dan pernikahan mereka penuh dengan cobaan, kontribusi Fatmawati dalam perjuangan dan kehidupan politik Indonesia tetap diingat dan dihargai. 

Kategori :